Kesalahan RAB Plumbing5 Kesalahan Estimator Menghitung Volume RAB Plumbing, Bak Kontrol & Resapan

Dalam proyek konstruksi, pekerjaan MEP (Mekanikal, Elektrikal, Plumbing) sering kali menjadi “anak tiri” bagi estimator berlatar belakang Sipil/Arsitek. Fokus utama biasanya tersedot pada beton dan finishing, sehingga perhitungan plumbing dilakukan ala kadarnya: hanya menarik garis di denah AutoCAD lalu dikalikan harga satuan.

Padahal, instalasi air bersih dan air kotor (termasuk drainase taman) memiliki kompleksitas 3 dimensi yang tidak terlihat di gambar denah 2 dimensi. Akibatnya, realisasi biaya di lapangan sering membengkak (overbudget).

Berikut adalah bedah kasus mengenai kekeliruan yang paling sering terjadi dalam estimasi pekerjaan plumbing, bak kontrol, dan resapan.

1. Ilusi “Garis Lurus” pada Air Bersih (Fitting Factor)

Di gambar kerja, pipa air bersih hanya berupa garis lurus. Namun di lapangan, pipa tersebut membutuhkan banyak belokan dan sambungan.

Kekeliruan: Estimator hanya menghitung panjang pipa murni tanpa memperhitungkan aksesoris (fitting) secara detail. Fakta Lapangan: Harga aksesoris seperti Elbow, Tee, Socket, Reducer, dan Gate Valve untuk pipa spesifikasi tinggi (seperti PPR) cukup mahal. Solusi: Jika tidak sempat menghitung detail aksesoris satu per satu, wajib memasukkan Fitting Factor sebesar 25% – 35% dari total biaya material pipa. Jangan lupa juga menghitung consumables seperti lem PVC atau sewa alat pemanas PPR.

2. Mengabaikan “Slope” pada Air Kotor & Bekas

Berbeda dengan air bersih yang didorong pompa (bertekanan), air kotor mengalir mengandalkan gravitasi. Syarat utamanya adalah kemiringan (slope) minimal 1-2%.

Kekeliruan: Menganggap galian tanah untuk pipa air kotor kedalamannya sama rata (misal: 50 cm) dari hulu ke hilir. Fakta Lapangan: Pada jalur sepanjang 20 meter dengan kemiringan 2%, ujung pipa akan turun sedalam 40 cm lebih rendah dari pangkalnya. Ini berdampak signifikan pada Volume Galian Tanah yang semakin dalam ke arah pembuangan akhir.

3. Jebakan “Copy-Paste” pada Bak Kontrol

Ini adalah kesalahan paling klasik. Di denah rencana sanitasi, simbol Bak Kontrol (Mainhole) biasanya digambar dengan ukuran kotak yang seragam, misalnya 50×50 cm.

Kekeliruan: Menghitung semua Bak Kontrol dengan satu Analisa Harga Satuan yang sama. Fakta Lapangan: Karena pipa air kotor miring (poin no. 2), maka kedalaman Bak Kontrol pasti berbeda-beda.

  • Bak Kontrol 1 (dekat toilet): Kedalaman 40 cm.
  • Bak Kontrol 5 (dekat pagar depan): Kedalaman bisa mencapai 1,2 meter. Biaya pasangan bata, plesteran, dan galian untuk bak sedalam 1,2 meter tentu jauh lebih mahal daripada bak 40 cm. Estimator harus membagi tipe bak kontrol berdasarkan kedalamannya.

4. Detail Tersembunyi pada Sumur Resapan & Biopori

Untuk memenuhi syarat Koefisien Dasar Bangunan (KDB) atau standar Green Building, seringkali diperlukan pembuatan sumur resapan untuk air hujan atau drainase tanaman.

Kekeliruan: Hanya menghitung “galian lubang” atau “pasangan buis beton” saja. Fakta Lapangan: Resapan yang berfungsi baik membutuhkan sistem filterisasi agar tidak buntu oleh tanah. Item yang sering terlewat dihitung:

  • Lapisan Ijuk/Geotextile: Pembungkus agar tanah tidak masuk ke rongga resapan.
  • Isian Agregat: Batu koral/split atau batok kelapa sebagai media filter.
  • Pipa Perforasi: Pipa yang dilubangi sebagai penyalur air ke dalam tanah. Tanpa menghitung item ini, Anda “memberikan gratis” material filter tersebut ke owner.

5. Melupakan Biaya “Testing & Commissioning”

Pekerjaan plumbing belum selesai saat pipa tersambung. Sistem harus diuji kekedapannya.

Kekeliruan: Tidak ada pos biaya untuk pengetesan. Fakta Lapangan: Anda memerlukan biaya untuk sewa pompa hydrotest, air kerja untuk pengisian pipa, dan tenaga kerja untuk mengecek kebocoran selama 1×24 jam. Ini adalah biaya overhead lapangan yang wajib masuk dalam RAB.

Kesimpulan

RAB Plumbing yang akurat membutuhkan imajinasi spasial (3 Dimensi). Jangan hanya terpaku pada panjang garis di kertas. Sebagai estimator profesional, Anda harus bisa membayangkan aliran air dari keran hingga ke selokan kota, lengkap dengan segala belokan, kemiringan, dan kedalamannya.

Ketelitian pada item-item “kecil” inilah yang menyelamatkan profit margin proyek Anda dari kebocoran anggaran.