Panduan Menyusun RAB Interior Plafond: Cara Menghitung Detail Cove, Gutter, dan Roller Blind

Pendahuluan

Dalam pekerjaan interior, plafond bukan sekadar penutup atap. Desain modern saat ini menuntut detail yang kompleks seperti drop ceiling, cove lighting untuk kesan mewah, hingga wadah tersembunyi untuk gorden (roller blind box).

Banyak estimator melakukan kesalahan fatal dengan hanya menghitung luas plafond secara total dalam satuan meter persegi (m2). Padahal, tingkat kesulitan dan kebutuhan material pada bagian profil jauh lebih tinggi. Artikel ini akan membedah Work Breakdown Structure (WBS) untuk pekerjaan plafond kompleks agar estimasi Anda akurat.

1. Pekerjaan Plafond Flat (Area Utama)

Ini adalah pekerjaan dasar yang menutupi luasan ruangan secara mendatar.

  • Material: Rangka hollow galvalum (2 x 4 atau 4 x 4) dan papan gypsum (biasanya tebal 9 mm ).
  • Cara Hitung: Dihitung berdasarkan luas bersih ruangan.
  • Satuan: m2

2. Pekerjaan Drop Ceiling & Cove (Lampu Sembunyi)

Drop ceiling menciptakan perbedaan level ketinggian plafond, sedangkan Cove adalah bagian yang menjorok sebagai tempat meletakkan lampu LED strip.

  • Detail Kerja: Penambahan rangka vertikal dan horizontal kecil untuk membentuk “bibir” plafond.
  • Penting: Pekerjaan ini memakan waktu lebih lama karena tukang harus memastikan kelurusan garis (leveling) secara manual.
  • Satuan: m’

3. Gutter Lampu (Light Trough)

Gutter lampu atau sering disebut parit lampu adalah celah sempit di dalam plafond tempat bersarangnya lampu agar pendaran cahayanya terlihat rapi dan tidak langsung mengenai mata.

  • Detail Kerja: Membutuhkan penambahan rangka khusus dan penggunaan stop corner atau corner bead agar sudut dalam parit terlihat tajam.
  • Satuan: m’

4. Box Gorden / Tempat Roller Blind (Curtain Box)

Seringkali di dekat jendela, plafond dibuat “masuk ke dalam” agar rel gorden atau motor roller blind tidak terlihat dari luar.

  • Detail Kerja: Sisi dalam box gorden harus dilapisi gypsum dan di-finishing rapi meskipun tidak terlihat langsung. Rangka pada area ini biasanya dibuat lebih rapat untuk menahan beban gorden.
  • Satuan: m’

5. Pekerjaan Finishing & Aksesoris Profil

Detail inilah yang menentukan kualitas akhir (estetika) dari sebuah plafond interior:

  • Corner Bead (Siku PVC/Metal): Wajib dicantumkan untuk setiap sudut luar agar hasil cat tajam dan tidak mudah gompal/pecah.
  • Pekerjaan Kompon & Joint Tape: Menutup sambungan antar gypsum dan lubang sekrup.
  • Pengecatan: Minimal 2-3 lapis cat interior premium. Untuk area cove, pengecatan harus tetap dilakukan di bagian dalam tempat lampu akan diletakkan.

Kesimpulan

Keakuratan RAB interior terletak pada detailnya. Dengan memecah pekerjaan plafond menjadi satuan m2 untuk area flat dan m’ untuk area profil (cove, gutter, box gorden), Anda bisa memberikan penawaran harga yang lebih jujur kepada klien dan mengamankan biaya operasional di lapangan.

Apakah Anda memiliki standar koefisien sendiri untuk pekerjaan drop ceiling? Mari berbagi pengalaman dan berdiskusi di kolom komentar di bawah ini!