Panduan Lengkap Menyusun RAB Pondasi Bore Pile: Dari Pengeboran hingga Pengujian Tiang

Pekerjaan pondasi dalam, khususnya Bore Pile, merupakan salah satu item pekerjaan dengan risiko teknis dan finansial yang tinggi dalam proyek konstruksi. Seringkali, estimator pemula hanya menghitung harga “per meter lari” tanpa mempertimbangkan biaya-biaya pendukung lainnya.

1. Pekerjaan Persiapan & Mobilisasi

Sebelum pengeboran dimulai, ada biaya awal yang harus dialokasikan:

  • Mobilisasi & Demobilisasi Alat Berat: Biaya angkut mesin bor (seperti Mini Crane, Labrang, atau Rigs) ke lokasi proyek.
  • Setting Out (Penentuan Titik): Jasa surveyor untuk menentukan koordinat presisi setiap titik bor sesuai denah.
  • Platform Kerja: Penyiapan area landasan alat berat agar posisi bor stabil dan tegak lurus (lot).

2. Proses Pengeboran (Drilling)

Inti dari biaya Bore Pile dihitung berdasarkan kedalaman dan diameter:

  • Jasa Pengeboran: Dihitung per meter lari ($m’$). Harga biasanya bervariasi tergantung diameter mata bor (misalnya $\varnothing30\text{ cm}, \varnothing40\text{ cm},$ atau $\varnothing60\text{ cm}$).
  • Casing Sementara (Temporary Casing): Pipa pelindung untuk mencegah tanah bagian atas runtuh (collapsing) ke dalam lubang.
  • Metode Bore Basah (Lumpur Bentonit): Jika kondisi tanah berair atau berpasir, masukkan biaya pengadaan bentonit untuk menjaga stabilitas dinding lubang selama pengeboran.

3. Pembesian & Pengecoran

Material yang masuk ke dalam lubang bor harus dihitung secara detail:

  • Keranjang Besi (Reinforcement): Hitungan berat besi ($kg$) berdasarkan gambar kerja, termasuk besi spiral (sengkang) dan spacer (beton deking roda) agar tulangan tetap berada di tengah.
  • Beton Mutu Tinggi: Pengadaan beton ready mix (minimal K-250 atau sesuai spek).
  • Alat Bantu Pengecoran (Tremie): Penggunaan pipa Tremie wajib masuk dalam biaya jasa/alat agar beton tidak bercampur lumpur saat dituang ke dasar lubang yang dalam.

4. Manajemen Limbah & Lingkungan

Ini adalah pos biaya yang paling sering terlupakan oleh estimator:

  • Pembuangan Tanah Galian: Volume tanah yang keluar dari lubang bor sangat besar. Perhitungkan biaya angkut tanah keluar lokasi proyek.
  • Pengolahan Slurry (Lumpur): Jika menggunakan metode bor basah, sertakan biaya penyedotan dan pembuangan lumpur sisa agar tidak mencemari saluran air warga atau area proyek.

5. Pengujian Integritas Tiang (Pile Testing)

Setelah beton mengeras (biasanya usia 14-28 hari), tiang wajib diuji untuk memastikan keamanan struktur:

  • PDA Test (Pile Dynamic Analysis): Menguji daya dukung aksial tiang secara dinamis.
  • PIT (Pile Integrity Test): Mengecek keutuhan beton di dalam tanah (mendeteksi jika ada beton yang keropos atau terputus).
  • Loading Test (Static): Uji beban statis menggunakan beban mati atau hydraulic jack (opsional, tergantung spesifikasi bangunan).

Kesimpulan

Penyusunan RAB Bore Pile yang akurat membutuhkan pemahaman mendalam tentang metode kerja lapangan. Dengan menggunakan struktur WBS di atas, Anda dapat meminimalisir risiko biaya tak terduga yang muncul saat pelaksanaan proyek dimulai.