Psikologi RAB: Mengapa Anggaran Proyek Selalu Melenceng?

Rencana Anggaran Biaya (RAB) adalah fondasi proyek, namun sering kali, anggaran yang dibuat rapi di awal justru jebol di tengah jalan. Tahukah Anda, pelakunya bukan selalu kenaikan harga material, melainkan bias psikologis yang memengaruhi keputusan saat penyusunan anggaran.

Memahami jebakan mental ini adalah kunci untuk menciptakan RAB yang lebih realistis dan tahan banting.

3 Jebakan Psikologis yang Mengintai Penyusun RAB

1. Optimism Bias (Sikap Terlalu Percaya Diri)

Ini adalah kecenderungan untuk meyakini bahwa segala sesuatu (termasuk proyek kita) akan berjalan lebih lancar dan lebih cepat daripada rata-rata.

  • Dampaknya pada RAB: Membuat kita secara tidak sadar meremehkan durasi pekerjaan dan mereduksi biaya tak terduga (contingency) karena merasa “proyek kami pasti akan tepat waktu.”

2. The Anchoring Effect

Ketika Anda mendapatkan perkiraan biaya pertama (jangkar)—misalnya, tawaran kontraktor pertama yang sangat murah atau harga di katalog lama—pikiran Anda akan sulit beralih dari angka tersebut.

  • Dampaknya pada RAB: Jika angka jangkar terlalu rendah, RAB selanjutnya akan dipaksakan mendekati angka jangkar tersebut, mengabaikan data harga pasar yang lebih aktual dan detail spesifikasi yang lebih tinggi.

3. Sunk Cost Fallacy

Ini terjadi ketika kita sudah menginvestasikan banyak waktu dan uang pada suatu rencana/desain (biaya tenggelam), dan kita merasa harus meneruskan rencana tersebut, meskipun sudah jelas over budget atau tidak efisien.

  • Dampaknya pada RAB: Sulit bagi pemilik proyek atau manajer untuk mengubah scope (mengurangi kualitas/kuantitas) meskipun RAB melampaui batas, demi “membenarkan” investasi waktu dan emosi yang sudah dicurahkan pada desain awal.

✅ Tips Mengatasi Bias Psikologis dalam RAB

Untuk memastikan RAB Anda akurat dan bebas dari bias:

  1. Gunakan Reference Class Planning: Jangan hanya melihat proyek Anda sendiri (yang rentan Optimism Bias). Bandingkan RAB Anda dengan data historis proyek serupa yang pernah Anda kerjakan (atau data industri) untuk mendapatkan pandangan yang lebih objektif.
  2. Tetapkan Contingency Wajib: Selalu sisihkan minimal $10\%$ dari total RAB sebagai dana contingency. Angka ini bukan kelemahan, melainkan pengakuan realistis terhadap variabel tak terduga.
  3. Libatkan Pihak Ketiga: Minta pihak independen (QS atau estimator senior) meninjau RAB Anda. Pandangan pihak luar yang netral dapat membantu mengidentifikasi dan menghilangkan bias jangkar harga.

Kesimpulan: RAB yang baik lahir dari kombinasi keahlian teknis dan kedewasaan psikologis. Kendalikan bias Anda, dan RAB Anda akan menjadi instrumen perencanaan yang jauh lebih kuat!