Cara Tentukan Koefisien pada AHSP Berdasakarn PUPR

Dalam praktik profesional di Indonesia yang merujuk pada Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) oleh Kementerian PUPR, Anda tidak perlu menghitung faktor waste secara terpisah.

Faktor waste pada semen sudah dimasukkan (diintegrasikan) ke dalam besaran Koefisien Indeks Bahan yang tercantum dalam SNI AHSP (misalnya, Permen PUPR No. 28 Tahun 2016 dan perubahannya).

💡 Cara Hitung Berdasarkan Koefisien AHSP:

  1. Cari Koefisien AHSP: Cari koefisien semen (PC) untuk jenis pekerjaan yang spesifik (misalnya, plesteran 1:4 atau beton K-225) dari tabel AHSP.
  2. Kalikan dengan Volume: Kalikan koefisien tersebut dengan volume pekerjaan yang akan dilakukan.

Total Kebutuhan Semen (Sak/Kg) = Volume Pekerjaan (Satuan) x Koefisien Semen (AHSP)

  • Penting: Nilai koefisien ini adalah nilai final yang telah disetujui, mencakup kebutuhan bersih material ditambah estimasi kehilangan normal selama pengerjaan.

2. Pendekatan Lapangan (Penetapan Persentase) 📉

Jika Anda bekerja di luar acuan AHSP atau ingin menetapkan faktor waste berdasarkan pengalaman lapangan yang spesifik (misalnya, kondisi lapangan yang sangat sulit atau tenaga kerja baru), Anda dapat menggunakan persentase waste standar:

A. Tentukan Persentase Waste

Persentase waste untuk semen umumnya berkisar antara 2% hingga 5% tergantung jenis pekerjaannya:

PekerjaanPersentase Waste StandarAlasan Kehilangan
Plesteran/Pasangan Bata3% – 5%Tumpah saat pencampuran, adukan jatuh, sisa yang mengering di wadah.
Pengecoran Beton (Site Mix)2% – 3%Kehilangan minimal saat penuangan atau spillage kecil dari mixer.

B. Rumus Perhitungan

Setelah persentase waste (W) ditetapkan, hitung total kebutuhan yang harus dibeli:

Total Kebutuhan (Sak) = Kebutuhan Bersih (Sak) x (1 + (Persentase Waste })

Contoh Kasus:

Anda menghitung bahwa secara teoritis (Kebutuhan Bersih) proyek Anda memerlukan $200$ sak semen. Karena kondisi lapangan, Anda menetapkan faktor waste 4%(0.04).

Total Kebutuhan} = 200{ sak} x (1 + 0.04) = 200 x 1.04 =208 Sak

Disclaimer

Ketika menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) resmi, pendekatan pertama (Koefisien AHSP PUPR) adalah yang paling disarankan dan diakui secara legal-teknis karena menjamin standar dan akuntabilitas. Pendekatan persentase hanya digunakan sebagai kontrol internal atau untuk proyek swasta yang tidak terikat regulasi pemerintah.